Menggunakan Scrum di Yodiz Untuk Membantu Pengembangan Software - Bagian 1

Umumnya pengembangan software menggunakan dokumen-dokumen berisi list requirement pengembangan yang akan dibuat, dokumen ini dijadikan acuan pengembangan yang akan dilakukan, umumnya disebut dokumen FRS "Functional Requirement Specification", bagaimana untuk aktifitas pengembangan yang sedang dilakukan? apakah akan efektif jika kita memanfaatkan dokumen-dokumen tersebut, pada tahap sebelum pengembangan FRS digunakan untuk menganalisa serta menentukan effort yang dibutuhkan untuk mengerjakannya yang kemudian menjadi garis kerja "Timeline".

Kegiatan pengembangan software secara konvensional masih menggunakan list-list dalam spreadsheet yang kemudian setiap updatenya dimasukkan dalam skala persentase progress, yang selanjutnya disebar melalui email kepada pihak-pihak berkepentingan, sejujurnya nilai presentase ini tidak sesuai dijadikan sebagai acuan untuk tracking pengembangan software yang sedang berjalan, karena persentase tidak mewakili progress sesungguhnya dalam setiap aktifitas pengembangan khususnya pengembangan piranti lunak dimana jika diperhitungkan untuk list-list activity dalam nilai persentase tersebut tidak akan bisa dijelaskan secara detail.

Metode-metode untuk pengembangan software belakangan mulai di tingkatkan menjadi lebih efisien dan traceable, salah satunya adalah dengan metode scrum.

Metode Scrum

Scrum adalah metode atau sebuah proses yang paling umum digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, dimana dalam scrum ini berisi kerangkat kerja manajemen untuk tahapan-tahapan pengembangan dengan tenggang waktu yang relatif pendek, kebutuhan yang komplek dengan tingkatan yang berbeda. Dalam scrum pengembangan dibagi menjadi iterasi yang di sebut Sprint, dan setiap sprint umumnya berjalan dua sampai empat minggu tergantung dari kebutuhan.

Dalam setiap sprint dibagi menjadi beberapa tahapan, dimana tiap daftarnya diurutkan berdasatkan dari tingkat prioritas:
  1. Stories, berisi list-list yang akan dikembangan atau masih berupa ide-ide
  2. To Do, dari tahap satu setelah selesai dibuat daftar ide langsung dimasukkan dalam daftar ini yang sebelumnya sudah dianalisa
  3. In Progress, tahap ini adalah tahap pengerjaan dari daftar To Do
  4. Testing, setelah selsai melewati In Progress hasilnya akan masuk daftar yang akan di tes dan jika tidak lulus akan dikembalikan ke tahap In Progress.
  5. Done, ini adalah tahap akhir ketika sudah lulusa test oleh QA

Urutan diatas bukan baku namun bisa dikombinasikan dan dikembangkan sesuai kebutuhan,dari pengalaman penulis pembagian scrumnya menjadi seperti di bawah ini:
  1. Stories
  2. Analyst
  3. Development
  4. Testing
  5. Done
  6. Release / Deploy

 Yodiz Sebagai Tool Development Tracker

Sebelum banyak muncul tool scrum ini, scrum banyak dibuat dalam sebuah papan tulis besar yang di bagi menjadi beberapa kolom-kolom.



Akan dilanjutkan dibagian 2


 

Comments