Worker Vs Boss

Secara umum mempunyai variabel :

A.pekerja=work+time+attendance
B.pengusaha =salary
-------------------------------------------------------------------
A=B
-------------------------------------------------------------------
work=lingkup pekerjaan dan tanggungjawab
time=waktu standar sesuai perjanjian
attendance =standar hari kerja
salary=gaji
------------------------------------------------------------------

Ada beberapa pertanyaan dari beberapa teman saya yang membuatnya agak galau bahkan stres, “kalau kita kerjanya lebih gimana..? kalau mengerjakan yang bukan tanggung jawab kita gimana.? Kalau dihari libur kita masuk gimana..?”
ini adalah hal umum bagi pekerja baru, tapi terkadang mereka tidak menghiraukan hal di atas dengan alasan kita loyal terhadap perusahaan. Biarpun gaji mereka hanya cukup buat bayar kontrakan sempit dengan kipas angin bekas dan kamar mandi yang bergantian.  Dari kisah di atas kita mendapati sebuah persamaan :

1.Standar kerja dan gaji
Work+Time+ Attendance=Sallary --> Mood

2. Bekerja lebih
(Work+X)+(Time+Y)+( Attendance+Z) = ((Sallary/Work) x (Work+X))+ ((Sallary/Time) x (Time+Y))+ ((Sallary/Attendance) x (Attendance+Z)) --> Mood Very Happy

3. Bekerja kurang
(Work-X)+(Time-Y)+( Attendance-Z) = ((Sallary/Work) x (Work-X))+ ((Sallary/Time) x (Time-Y))+ ((Sallary/Attendance) x (Attendance-Z)) --> Mood (Nyengir saat dipotong)

Dengan asas keadilan yang berkemanusiaan dan wibawa harga diri seorang pimpinan, persamaan diatas untuk point 2 banyak pengusaha tidak memperdulikan hal tersebut (gak berperikemanusiaan dan gak ada wibawa). Sedangkan untuk point 3 pengusaha cenderung dihitung hingga detail sekali ( sama ->gak berperikemanusiaan dan gak ada wibawa). Kalo point 1 bilangnya wajar-wajar sajah :).

Dengan konsep logika di atas jika keseimbangan bisa dilaksanakan maka akan terjadi implikasi positif terhadap keberlangsungan suatu usaha.namun jarang sekali pengusaha yang benar-benar menerapkan disiplin di atas dan malah terkesan monolopi dengan anggapan mereka masih mempunyai tenaga kerja lain yang siap menggantikan. Padahal pekerja adalah asset vital suatu perusahaan yang identiknya tidak bisa disamakan dengan yang lainnya meskipun punya skill yang sama, akan sangat ceroboh jika perusahaan menyianyiakan assetnya ini.
dalam sebuah perusahaan ada sebuah siklus yang tak boleh dilanggar agar usaha bisa berjalan lancar, yaitu :

owner -> company -> worker ->customer or other relationship

Pintar-pintarlah mendiskusikan hal ini dengan atasan anda serta kenali kewajiban dan hak anda. Hasilnya ( tuntutan dipenuhi atau dipecat...dan penulis tidak bertanggungjawab terhadap pemecatan anda..silahkan laporkan ketidakadilan anda ke Tuhan masing-masing sesuai kepercayaan yang di anut...Gkgkgkgk)Dan, untuk para Boss yang baca semoga bisa bareng-bareng cari rezeki karena karyawan anda juga manusia, kan kasian apalagi punya anak istri, kan gak lucu juga kalo anak karyawan anda kena busung lapar atau gizi buruk. atau ada juga yang kena blacklist karena kredit motornya gak lancar terus update-update status Galau mulu.


max,
for worker and their boss

Comments