Semangati Kawan Dengan Nafsunya

Manusia pada hakekatnya diciptakan dengan sesuatu yang lebih istimewa "nafsu", hawa nafsu ini juga mempunyai efek seperti pedang bermata 2, dilain sisi jika kita tidak bisa memanfaatkan maka kita sendiri yang akan terluka bahkan orang lain yang tidak ada hubungannyapun bisa terluka, itu karena hawa nafsu ini kadang bersifat global. oleh karena itu ada pepatah yang bilang "jangan dekati atasanmu untuk meminta kenaikan gaji, jika kau mendapatinya sedang marah". Nafsu itu seperti api yang bisa membakar kompornya sendiri, hingga pada akhirnya akan lenyap bersama dengan asalnya.

Namun ada beberapa manfaat yang bisa kita gunakan dari nafsu kita untuk hal yang positif, dan kadang niat baik kita untuk membantunya malah akan terlihat seperti memojokkannya bahkan kita hadir seperti musuhnya.

Seperti ketika kita diomelin seseorang dengan kata "hemm..Anda ini terlalu bodoh, masa mengerjakan seperti ini saja tidak bisa" oleh seorang atasan di depan umum, secara umum itu jelas kita akan merasa terhina. Tapi hal itu merupakan wujud sesuatu yang bisa menyemangati kita, kecuali orang itu benar-benar tidak mau berbenah. atau dengan beberapa petikan dari tulisan saya sebelumnya :

________________________________________________________________________

untukmu pembangga, untukmu yang biasa berdiskusi, disana...di gedung yang penuh dengan buku...

Ada ga orang yang kuliah ga mau ijazah,,jika ada maukah kalian kuliah tapi ga dapat ijazah,,
seberapa berarti pendidikanmu tanpa ijazah,,
seberapa hebatkah dirimu tanpa ijazah,,
seberapa dianggapkah dirimu tanpa ijazah,,
seberapa lamakah namamu akan dikenang tanpa ijazah,,
apakah kelebihanmu hanya dari sebuah ijazah,,
apakah hidupmu kau pertaruhkan demi sebuah ijazah,,
jika kau lebih cerdas dari pemikiran umum apakah kamu berarti pantas dapat ijazah,,
apakah kamu tidak berani menghadapi keberuntunganmu hidupmu tanpa ijazah,,
apa yang bisa kamu lakukan tanpa ijazah,,
apakah dunia akan menerima ijazahmu,,
seberapa besar kebangganmu terhadap diri sendiri tanpa ijazah,,
seberapa pantas dunia menerimamu dengan ijazahmu..?.?.?.?.?.?

jika tidak ada keyakinan dalam dirimu, abaikanlah catatanku ini dan jalanilah hidupmu sediakala.

Indahnya kelemahan, tersenyumlah....
"baju berkerah tanpa dasi, pejuang yang tak pernah memahami"


life is about understanding of truth rule, because man is about quality
______________________________________________________________________

Dari tulisan di atas jelas tidak ada sedikitpun teman yang diberi kesempatan menikmati pendidikan lanjut yang ikut berpartisipasi dengan catatan saya itu, selebihnya lebih senang berdiskusi "huftttt..cape dehh" . mungkin cara di atas untuk memberi semangat sahabat-sahabat saya itu kurang tepat, tapi kalo ada yang kurang tepat setidaknya diskusikan agar kedepan kita bisa lebih baik lagi bersama-sama, ataupun mereka memang tidak peduli dengan perhatianku yang mungkin juga mereka sudah terlampau terjebur dalam lingkungan yang memang lebih familiar, padahal mereka adalah teman-temanku tapi mereka tidak menghiraukan teguranku...Al-ashr

Dalam beberapa kasus mereka lebih menganggapnya penghinaan dan terkesan merendahkan, dan alhasil aku akan di cap sombong dan berlebih-lebihan, jika ada perhatian yang lebih baik dari salah satu perhatianku ini,..? atau aku lebih menyemangatinya dengan kata-kata yang datar, tentu aku menggunakan komunikasi untuk orang dewasa bukan.

Jika ada yang salah terhadap teguranku, mengapa tidak segera menasehatiku, kalaupun teguranku memang benar adanya kenapa mesti ada penolakan terhadapnya, ataukan mereka lebih meyakini sesuatu yang lebih hakiki. sesuatu yang kosong namun terasa berisi. bagai kerupuk yang tersiram air.

Gkgkgkgk...jadi geli..yahh...misalnya komunikasi alur depan tidak bisa membuat mereka semangat, pake alur stealt ajahhh..yang penting mereka jadi marah dan jadi lebih baik lagi..karena pake kail lebih sering disantap untuk mancing belut dilumpur yang udah terlanjut menikmati berlumpur ria...

Comments