Menggunakan Reaktor Emosi


Aku ingin punya banyak teman...kalo tanya ke Om Donal Trump dia jawab apa ya..money or friend..hoohohoho so perspektif..???? Jikapun aku punya musuh dan aku punya kemampuan untuk menghancurkan hingga tak tersisa sebiji pasirpun (punya reaktor nuklir X pe hancur segitunya) dan dia tidak punya daya apa-apa walaupun untuk mengacungkan jari tengahnya untuk kembali memusuhiku, aku tidak akan melakukannya...!! aku akan membuat musuhku memperkuat diriku...kelemahan yang ada padanya bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih berguna.

Seorang pria kadang merasa bangga jika dia bisa melihat lawannya jatuh terkapar didepannya oleh kepalan tangannya, dia tersenyum lebar dengan giginya yang agak kekuning-kuningan dan berbau rokok dan alkohol.  dia tidak tahu bahwa ibunya bercadar(saya artikan ini dengan menutup muka karena malu) karena bakatnya itu tapi biarpun begitu sang ibu tidak akan memungkirinya bahwa dia adalah anaknya...beruntunglah kalau orang tua yang sudah berpamit pulang kepada-Nya karena tidak perlu berkeluh kesah atas perbuatan anaknya, karena tentu mereka punya urusan sendiri di alam sana..

Jika dalam kehidupan semuanya sama, tentu saya juga pernah mengalami konflik dengan sesama anak adam, dengan berbagai situasional...beberapa diantaranya menyebabkan saya lebam dan benjut-benjut, saya merasa pada waktu itu jika saya bisa mengalahkannya saya akan lebih disegani dan dipandang dengan jantan...kejadian ini saya rahasiakan dari orang tua hingga menyusul kepulihanku dari luka...secara fight dan ronde aku kalah dalam kegiatan barbar itu, karena secara otot mungkin aku tidak terlatih untuk melukai, walaupun dia menang dibeberapa bagian tubuhnya menyisakan bekas yang aku beri untuk kenang-kenangan..hehehe..hingga aku sadar bahwa sebuah kekuatan bukan mengenai otot ataupun kata "Lelaki" karena saya tahu seorang banci merokok lebih banyak dan sanggup meminum alkohol berbotol-botol tanpa mabuk...

Aku malu jika aku bisa mengalahkan 3 ekor singa jantan dominan dengan tanganku,tetapi seorang anak gelandangan sanggup menahan lapar dengan tubuh keringnya seharian menunggu sesuap nasi, sedangkan saya sudah kelabakan kalo sehari baru makan satu kali..dimana letak keuatan itu..??? kekuatan hanya ada jika ia dipaksakan.

Ketika saya masih dibangku SMK saya pernah dipalak, di daerah celeng (tempat pemberhentian untuk transit mobil angkot). Dipertengahan jalan saya dicegat oleh beberapa pemuda berbaju sama (putih abu-abu agak dekil) yang mukanya mungkin masuk skala 4 dari 1:10 segi kebrutalan. dengan nada yang sering saya dengan mereka ngomong " eh nambahin dong,..!!?" saya tanya " nambahin ap ?", " ya nambahin lah, sambil mereka jenggung kepalaku (bahasa jawa)"..saya sudah mau marah waktu itu, tapi melawan adalah hal ceroboh bukannya berani..ya udah waktu itu saya kasih 2.000, terus mereka dengan santainya bilang " jangan masuk di hati ya, santai aja" ....busyettttttt kalem banget..
2000 rupiah memang hal yang kecil tapi pada masa itu bukan 2000 itu yang menjadi alasan, tapi popularitas mereka jadi  disegani....setelah itu saya langsung pulang aja karena memang saya lagi ada janji dengan ibuku..mau masak bareng....wkwkwkwk...

Keesokan harinya aku berangkat sekolah bersama teman-temanku dari sekolah lain, kami berjumlah 6 orang dan 3 diantaranya punya predikat nakal disekolahnya..dan tentu dengan rating muka mendekati +2...hehe..lumayan serem buat jaga jalanan aman..hehehe.saya lewat jalan yang sama kayak kemarin..dipertengahan saya lihat 2 anak yang kemarin memalakku, tentu saja saya menghampiri mereka..(dengan status saya sudah menceritakan kejadian pemalakan kemarin pada temanku)..mereka (2 anak yang kemarin malak itu) langsung punya muka pucet melihat segerombol mendekat..terus saya bilang sama teman-temanku " ni orangnya yang kemarin itu"...terus aku bilang pada teman-temanku " wis mana pada mangkat, wis awan kuh bokat telat pader kita mah sekolae parek" ,,, "loh...." kata teman-temanku pada bengong, temanku ini tidak akan berani mencampuri urusanku jika aku tidak mengiyakannya, walaupun mereka adalah teman-teman terbaikku...

Setelah itu saya........" PETIKAN BELUM BISA DILANJUTKAN, MENYANGKUT BELUM ADANYA PERSETUJUAN DENGAN TERSANGKA PEMALAKAN BAHWA KISAHNYA INI AKAN DIMUAT DI FACEBOOK"

Dalam kelanjutan coretan kisahku aku tidak akan mengalahkan musuhku, berupaya ataupun mencari daya tipu muslihat agar aku menjadi lebih baik...melainkan aku akan membawa mereka menjadi bagian yang meninggikanku...aku ingin mereka jadi temanku..menjadi teman-temanku..

"a Mazimuz Time"

Comments